Hati-Hati, Penipuan Lewat Telepon Yang Menyuruh Anda ke ATM !

Penipuan lewat telepon ini sudah cukup lama, yaitu sekitar tahun 2012 yang lalu. Tepatnya pada tanggal 31 Desember 2012, atau menjelang pergantian tahun baru 2013. Ketika itu saya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku dari PT. Indosat yang memberitahukan kepada saya bahwa nomor saya terpilih menjadi pemenang, dan mendapatkan sejumlah uang sebesar 45 juta rupiah dalam pengundian yang dilakukan secara ‘live’ di salah satu stasiun TV swasta Indonesia, pada malam sebelumnya. Sebenarnya dari sini saya sudah tahu kalau ini adalah percobaan penipuan, karena saya sudah sering mendengar modus seperti ini. Namun, untuk menghargai usahanya, saya putuskan untuk meladeni penipu ini.

Singkat cerita, obrolan pun terjadi dan berlangsung cukup lama. Lebih dari 30 menit pembicaraan antara kami, meskipun sebenarnya penipu yang mendominasi percakapan ini, dan saya cuma bisa menjawab ‘iya, iya dan iya’.

Setelah panjang lebar menjelaskan untuk meyakinkan saya, akhirnya sampai juga pada bagian yang penipu tunggu-tunggu. Yaitu cara pengambilan hadiahnya. Penipu berkata bahwa uang akan dikirmkan melalui tranfer dan dapat diambil langsung melalui ATM, kemudian saya disuruh untuk segera menuju ke mesin ATM guna melakuan pengambilan hadiahnya. Tapi anehnya, saya tidak boleh mendahului mengambil uangnya.

“Nah langsung bapak dipandu di ATM sebelum ada perintah dari pihak kami bapak di sana jangan
melakukan transaksi sendiri, jangan mendahului kami bapak ya..” Kata penipu itu lewat telepon.

Di sini saya berhasil merekam percakapan kami pada 5 menit terakhir, di saat si penipu menyadari bahwa ternyata saya tidak berangkat ke ATM, dan akhirnya penipu itu pun marah-marah pada saya.

Untuk mengabadikan momen ini, sengaja saya simpan file nya di Youtube dalam bentuk video. Lihat videonya di bawah ini.

Artikel ini sebagai pengingat saja. Kita jangan mudah percaya apabila mendapatkan hadiah melalui telepon, sms, kupon di dalam kemasan. Selalu hubungi customer service produsen atau pihak yang bersangkutan terlebih dahulu sebelum menghubungi nomor telepon yang ada dalam kupon dan sejenisnya.

Kasus penipuan melalui telepon ini sudah sejak lama terjadi. Tapi beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat di facebook, ada korban dari aksi seperti ini, dan berhasil menguras seluruh isi ATM yang sebenarnya adalah milik kakaknya.

Dalam keadaan gembira mungkin korban akan lupa segalanya sehingga mau saja menuruti apa yang di suruh penipu melalui telepon. Entah ada unsur hipnotis atau tidak di dalamnya saya kurang begitu tahu. Yang jelas kita harus selalu waspada. Dari awal sebenarnya modus penipuan sudah dapat dibaca asal kita peka.

Kalau kasus penipuan lewat ATM ini, yang saya tahu penipu akan mengarahkan calon korbannya untuk mencari menu ‘Aplikasi Penerimaan Transfer’ yang tertera pada layar mesin ATM. Untuk mengelabuhi calon korbannya bahwa uang benar-benar akan ditransfer. Padahal di dalam mesin ATM manapun tidak akan ada menu seperti ini, dan penipu sudah tahu itu. Lalu di saat  calon korban kebingungan mencari di mana menu itu, penipu berlagak membantu dengan menyuruh calon korban untuk menekan ‘Transfer’ dengan alasan biasanya Aplikasi Penerimaan Transfer di singkat menjadi kata Transfer saja. Pinter apa licik itu namanya 🙂

Jadi, dalam keadaan bagaimanapun usahakan agar selalu menggunakan akal sehat kita. Ingat, jangan mudah tergiur dengan iming-iming hadiah !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *